Dampak Ekspansi Pertanian terhadap Emisi Karbon Nasional: Studi Empiris Indonesia
DOI:
https://doi.org/10.33005/jdep.v9i2.934Keywords:
emisi karbon, pertanian, ternak, ecm, pembangunan berkelanjutanAbstract
Peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) menjadi isu krusial dalam konteks pembangunan berkelanjutan, terutama di negara agraris seperti Indonesia. Aktivitas pertanian yang semakin intensif berpotensi meningkatkan kontribusi sektor ini terhadap total emisi nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara kegiatan produksi pertanian dan emisi karbon di Indonesia selama periode 1990–2022. Dengan menggunakan model ECM untuk melihat bagaiamana dampak dalam jangka panjang dan pendek. studi ini memanfaatkan variabel luas lahan pertanian, penggunaan pupuk, konsumsi bahan bakar, dan ternak sebagai faktor penjelas terhadap emisi CO₂. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam jangka pendek memiliki kointegrasi atau terdapat hubungan penyesuaian dalam jangka pendek ke jangka panjang, adapun variabel yang berpengaruh dalam jangka pendek adalah jumlah ternak yang digunakan dalam pertanian. Sedangkan dalam jangka panjang terdapat pengaruh dari dua variabel yakni perluasan lahan pertanian dan juga ternak (livestock) berpengaruh positif terhadap emisi karbon (CO2). Oleh karena itu, strategi mitigasi perlu diarahkan pada efisiensi energi, inovasi teknologi ramah lingkungan, dan praktik pertanian rendah karbon sebagai bagian dari upaya mencapai ketahanan pangan berkelanjutan di Indonesia.





